Jenewa – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan keberhasilan uji klinis vaksin terbaru melawan virus Nipah, penyakit zoonosis langka yang memiliki tingkat kematian lebih dari 70%. Uji coba tahap akhir dilakukan di Malaysia dan Bangladesh dengan hasil efektivitas mencapai 92%.
Virus Nipah selama ini menjadi ancaman serius karena dapat menular dari hewan ke manusia dan menyebabkan wabah terbatas dengan tingkat fatalitas tinggi. WHO menyebut keberhasilan ini sebagai “lompatan besar dalam keamanan kesehatan global”.
Vaksin yang dikembangkan bersama oleh lembaga riset di Amerika dan India ini menggunakan teknologi mRNA generasi kedua, yang mampu menyesuaikan diri terhadap mutasi virus dengan cepat.
Pemerintah di Asia Selatan kini bersiap memproduksi vaksin secara massal pada awal 2026 untuk mencegah potensi epidemi di wilayah padat penduduk.