Ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon meningkat tajam pada akhir Oktober 2025. Serangan udara saling balas dilaporkan terjadi di sepanjang perbatasan utara Israel setelah roket ditembakkan dari wilayah Lebanon selatan pada Selasa malam waktu setempat.
Militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka melancarkan serangan udara terhadap “target militer Hizbullah” sebagai respons atas peluncuran roket yang menghantam wilayah Galilea. Sementara itu, sumber di Beirut melaporkan beberapa ledakan besar di wilayah Nabatieh dan Bint Jbeil, yang diyakini sebagai lokasi basis kelompok bersenjata tersebut.
Perdana Menteri Israel memperingatkan bahwa negaranya “tidak akan ragu” memperluas operasi militer jika serangan terus berlanjut. Di sisi lain, pemerintah Lebanon mengecam tindakan Israel dan meminta Dewan Keamanan PBB turun tangan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di dunia internasional, mengingat konflik di Gaza masih berlangsung dan kini meluas ke perbatasan utara. Washington dan Paris telah menyerukan gencatan senjata segera demi mencegah pecahnya perang regional di Timur Tengah.