Gencatan Senjata Israel–Lebanon Diumumkan Setelah Tekanan Internasional

Gencatan Senjata Israel–Lebanon Diumumkan Setelah Tekanan Internasional

Beirut – Setelah lebih dari dua minggu pertempuran intensif di sepanjang perbatasan utara Israel dan Lebanon, kedua pihak akhirnya menyetujui gencatan senjata yang dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa. Kesepakatan ini tercapai setelah serangkaian pertemuan tertutup di Jenewa yang melibatkan diplomat dari Amerika Serikat, Prancis, dan Qatar.

Pihak Israel mengonfirmasi bahwa pasukan mereka mulai menarik diri dari sejumlah titik strategis di Lebanon Selatan, sementara kelompok Hizbullah menyatakan akan menghentikan peluncuran roket ke wilayah Galilea. Gencatan senjata ini diharapkan menjadi langkah awal menuju negosiasi perdamaian jangka panjang antara kedua negara yang telah lama berseteru.

Pemerintah Lebanon menyambut baik kesepakatan ini, meskipun menegaskan bahwa mereka tetap waspada terhadap kemungkinan pelanggaran dari pihak Israel. Banyak warga di perbatasan berharap perjanjian ini bisa membawa kestabilan setelah puluhan rumah hancur akibat serangan udara yang terus berlangsung sejak awal Oktober.

Para pengamat internasional menilai kesepakatan ini menunjukkan meningkatnya peran diplomasi global dalam meredakan konflik di kawasan Timur Tengah, yang selama bertahun-tahun menjadi titik panas geopolitik dunia.